Inilah Daftar Rekomendasi Kuliner Jogja Beserta Asal-Usulnya

Tidak ada yang menyangkal bahwa Jogja terkenal akan tiga kata. Rindu, kenangan, dan angkringan. Untuk yang terakhir, jika kamu berada di Jogja, kamu akan melihat puluhan hingga ratusan angkringan yang bertebaran di pinggir jalan.

Sesekali cobalah singgah untuk menikmati aneka macam nasi serta kudapannya. Kata orang Jogja, angkringan adalah tempat terbaik untuk kuliner hemat. Lain angkringan, lain gudeg. Kuliner Jogja yang satu ini terkenal akan citarasa manis. Mirip dengan angkringan, gudeg mudah ditemui di pinggir jalan Yogyakarta.

Akan tetapi, tahukah kamu bagaimana asal usul angkringan dan gudeg? Adakah cerita di balik penamaan gudeg dan angkringan? Lalu, adalah kuliner Jogja lain yang punya asal usul menarik sekaligus unik?

Di bawah ini kamu akan mendapatkan cerita itu semua. Pelajari baik-baik dan kamu akan memperoleh pengetahuan sejarah akan kuliner Jogja.

1. Gudeg

Salah satu kuliner Jogja legendaris, dan sering dicoba saat wisatawan pertama kali menginjakkan kaki di Jogja, adalah gudeg. Olahan nangka muda dan santan ini menciptakan rasa gurih sekaligus legit. Gudeg bisa disajikan dalam bentuk basah maupun kering. Yang menyenangkan adalah gudeg bisa disantap baik pagi, siang, sore, maupun malam hari.

Tetapi, tahukah kamu asal-usul Gudeg? Ada beberapa versi, sih. Salah satunya seperti ini. Mulanya ada keinginan dari seorang perempuan Jawa yang ingin membuat hadiah manis berupa makanan bagi wong Londo. Kemudian, ia membuat makanan tersebut yang terdiri dari olahan nangka muda dan kuah santan.

Setelah selesai, ketika wong Londo datang dan mencicipi makanan tersebut, ia berkata, “Good, Dek.” Nah, si perempuan tersebut mendengarnya seperti kalimat Gudeg. Kemudian, ia bercerita kepada tetangganya bahwa wong Londo tersebut puas dengan masakannya dan memberi nama gudeg.

2. Gatot

Ini adalah kuliner Jogja yang biasa kamu temukan di pasar-pasar tradisional. Namun, jika kamu ingin mengetahui pusatnya, gatot berada di Gunungkidul. Kuliner khas Jogja ini memiliki citarasa legit dan manis. Gatot adalah kuliner yang berupa fermentasi ketela kemudian saat disajikan ditambahkan kelapa parut. Yang bikin menarik adalah proses pembuatannya tidak hanya satu hingga dua jam melainkan dua malam.

Tapi, tahukah kamu bahwa gatot memiliki kepanjangan yaitu “gagal total”. Ya, gatot adalah makanan alternatif pengganti nasi. Gatot berfungsi sebagai substitusi ketika padi masuk dalam masa gagal panen. Kemudian, beralih membuat ketela yang dikeringkan. Namun, hingga saat ini, justru gatot menjadi kuliner khas Jogja yang layak dicicipi.

3. Dawet

Kuliner Jogja tidak melulu soal makanan melainkan juga minuman. Nah, salah satu minuman yang merupakan kuliner Jogja adalah dawet. Minuman ini mudah ditemukan di pasar, tempat wisata maupun pinggir jalanan Yogyakarta.

Bahan-bahan dawet mulai dari tepung beras, gula merah, santan, dan garam. Agar tampak makin cantik, dawet biasanya ditambahkan nangka muda yang dipotong secara mini. Ketika diolah dan kemudian jadi, rasanya manis karena terdapat kuah santan dan gula merah.

Dahulu, dawet bisa berfungsi sebagai minuman penambah energi bagi petani. Selain itu, digunakan sebagai pelengkap pada upacara-upacara tradisional. Seperti upacara kelahiran maupun upacara pernikahan. Adanya dawet menandakan kebahagiaan bagi pasangan pengantin.

Itulah tiga kuliner Jogja yang perlu kamu ketahui. Sebenarnya, masih banyak kuliner Jogja yang belum ditampilkan di sini. Akan tetapi, setidaknya tiga kuliner itu bisa menjadi rencana kuliner bagimu saat memilih menghabiskan akhir pekan di Jogja.

Selain kamu bisa mengetahui apa yang menarik di Jogja, kamu juga bisa mengabadikan momen pemandangan dan suasana Jogja melalui gawai atau kamera.

Telusuri di Indonesia Travel untuk mengetahui apa saja pesona alam maupun budaya di Indonesia lainnya. Kamu bisa melihat berbagai artikel menarik lain di situs resmi Indonesia Travel. Lakukan perencanaan liburanmu dan dapatkan pengalaman tak terlupakan ketika berkuliner ria di Jogja!