Beberapa Lapisan untuk Pengaspalan

1. Laburan Aspal Satu meter

yakni susunan penutup p memiliki rataan jalur yang terdiri dari susunan aspal yang ditaburi hasil akumulasi. lumrah digunakan selaku saf penutup olak p memiliki perkerasan yang  memiliki alias yang direkonstruksi. BURTU mengenakan satu susunan hasil akumulasi gradual serupa tebal 20 milimeter.

2. Laburan Aspal 2 limpit (BURDA)

BURDA adalah pengembangan dari BURTU, dimana susunan aspal ditaburi hasil akumulasi serta digarap 2 (2) kali selaku berentetan dengan tebal maks 35 milimeter.

3. limpit kecil Aspal Pasir (LATASIR)

lumrah dikenakan selaku saf penutup olak guna konsumsi periode pendek pada saf perkerasan dengan penutup yang ada alias pada bagian perkerasan yang direkonstruksi. LATASIR adalah gabungan pasir gradual merasuk dengan aspal yang dicampur pada temperatur paling rendah 120º C serta dipadatkan pada temperatur paling rendah 98 – 110º C. guna selaku saf penutup, saf aus dan juga memberikan rataan papar serta tidak licin. berwatak kedap air, kenyal, tidak mempunyai ponten sistemis, kuat kepada aus karna berat terus  serta cuaca. komposit ini adalah gabungan pra campur dengan hotmix yang sesuai guna terus  ringkas hingga lagi.

4. susunan peneknan Makadam (LAPEN)

limpit rataan yang tebalnya dari 4 hingga 8 milimeter dari hasil akumulasi retak serta gradual dan juga yang bersih disafi dengan penekanan materi pengikat aspal yang panas. Diletakkan di menurut saf pondasi menurut yang padat alias rataan saf perkerasan yang ada selaku penutup akhir. susunan aspal dilaksanakan dengan metode disemprotkan dimenurut susunan pondasi atas serta dipadatkan saf atas saf. komposit ini kurang kedap air, mempunyai ponten sistemis, agak kenyal serta resistensi kuncinya merupakan interlocking antara hasil akumulasi utama serta pengunci guna terus  ringkas hingga dengan lagi.

5. Laburan Aspal (BURAS)

komposit yang terdiri dari aspal taburan pasir dengan dimensi top 3/8″. peranannya selaku penutup yang melindungi rataan supaya tidak berdebu, kedap air, tidak licin serta menghindari lepasnya butiran lampas, komposit ini tidak mempunyai ponten sistemis serta dikenakan pada jalur yang belum alias telah beraspal dengan situasi yang  sering digunakan para kontraktor pengaspalan bergaransi, mulai retak alias reduksi, dan juga mampu dikenakan terus  berat. Konstruksinya segregasi.

6. limpit Asbuton komposit Dingin (LASBUTAG)

kategori ini terdiri dari hasil akumulasi, asbuton serta materi peremaja yang dicampur, diaduk, dimemeram serta dihampar dan juga dipadatkan dalam kondisi dingin. peranannya selaku saf rataan, lapis aus, memelihara susunan bawahnya dari cuaca serta air, menyokong terus  serta rataan papar tidak licin. komposit ini mempunyai ponten sistemis serta kenyal dan juga digunakan guna jalur lama ataupun anyar dengan kepadatan top 12%, R min 15 m serta terus  lagi. Pada LASBUTAG. konvensional dikenakan asbuton lulus tampah 1/2″ dengan era peram 3 x 24 jam.

7. limpit kecil Asbuton zakiah (LATASBUM)

Pengembangan serta asbuton dengan mengekstraksinya guna menemukan aspal suci yang mampu berperan dalam jasa pengaspalan jakarta  kayak aspal minyak dengan gabungan materi peremaja pada temperatur kamar. Dengan tebal padat top 1 centimeter berperan selaku garis penutup yang kedap air, kenyalm agak abadi serta tidak berkualitas sistemis.