9 Fakta yang Wajib Diketahui tentang Perang Sampit

Perang Sampit, Dari Mitos Panglima Burung Sampai Ritual Penggal Kepala 

Mungkin ada yang sudah pernah mendengar tentang Perang Sampit sebelumnya? Sebenarnya apa latar belakang, dan bagaimana penyelesaian dari perang Sampit, berikut 9 fakta tentang perang Sampit:

  1. Perang Sampit adalah sebuah kerusuhan antar etnis

Perang Sampit terjadi pada Februari 2001 di kota Sampit, Kalimantan Tengah. Kerusuhan ini terjadi antara suku Dayak, yang merupakan penduduk asli, dengan suka Madura, yang merupakan penduduk pendatang.

Sebenarnya perang ini bukanlah yang pertama terjadi antara Suku Dayak dan Madura di Kalimantan Tengah. Sebelumnya sudah kerap terjadi perselisihan diantara mereka.

  1. Awal mula kedatangan suku Madura di Kalimantan Tengah

Suku Madura pertama kali datang ke Kalimantan Tengah karena program transmigrasi pemerintah kolonial Belanda pada tahun 1930. Pada tahun 2000-an penduduk Madura telah berkembang hingga 21% dari total penduduk Propinsi Kalimantan Tengah.

  1. Karena kesenjangan ekonomi, dua suku ini sering bergesekan

Suku Dayak mulai merasa tidak nyaman dengan mendominasinya suku Madura, khususnya dalam bidang ekonomi. Ditambah lagi dengan peraturan baru di propinsi Kalimantan Tengah, yang memungkinkan bagi suku Madura terlibat dalam berbagai industri komersial, seperti perkebunan, pertambangan, dan perkayuan.

  1. Konflik juga sering terjadi karena perbedaan budaya dan kebiasaan

Kebiasaan warga dari suku Madura yang selalu membawa celurit atau parang, kerap kali dinilai oleh warga dari suku Dayak sebagai sikap yang menantang dan siap untuk berkelahi. Sebuah sikap yang ternyata dinilai kurang elok datang dari warga pendatang.

  1. Perang Sampit ini sebenarnya telah dimulai pada medio Desember 2000.

Di desa Kereng Pangi, terjadi sebuah bentrokan antara kedua suku karena sengketa judi. Kemudian disusul dengan perkelahian di sebuah tempat hiburan di desa Ampalit, yang akhirnya mengakibatkan tewasnya seorang warga dari suku Dayak bernama Sandong, akibat luka bacokan.

  1. Tujuan awal untuk membalas dendam kematian Sandong, malah mengakibatkan kerusuhan

Kematian Sandong inilah yang semakin menaikkan tensi di antara kedua suku. Dua hari kemudian, keluarga dan tetangga Sandong yang tidak terima yang berjumlah hingga 300an orang mendatangi lokasi kejadian untuk menemui pelaku.

Karena tidak ketemu, rombongan malahan melakukan pengrusakan rumah-rumah, sejumlah mobil dan sepeda motor, serta tempat usaha karaoke milik warga dari suku Madura. Kerusuhan ini mengakibatkan mengungsinya 1300-an warga dari suku Madura.

  1. Pada bulan Februari 2001 terjadilah puncak dari pergesekan di antara kedua suku yang dikenal dengan nama Perang Sampit

Perang Sampit berawal dari insiden serangan terhadap salah satu rumah dari warga suku Dayak di kota Sampit. Di kalangan suku Dayak berhembus rumor bahwa yang menyebabkan kebakaran hebat ini adalah warga dari suku Madura.

Mengetahui hal ini, warga dari suku Dayak marah dan membalas dengan membakar rumah-rumah milik warga suku Madura. Tidak hanya dari wilayah kota Sampit saja, warga suku Dayak dari daerah lain hingga ke ibukota Palangkaraya tersulut kemarahaannya.

Mereka melakukan pembantaian terhadap warga suku Madura yang juga balas melawan. Tidak kurang dari 100 orang warga dari suku Madura yang dipenggal kepalanya oleh warga dari suku Dayak, sampai akhirnya mereka berhasil menguasai kota Sampit.

  1. Perang Sampit reda setelah polisi mengevakuasi warga, meningkatkan keamanan, dan menangkap provokator.

Polisi menangkap seorang pejabat lokal yang diduga menjadi otak dari kerusuhan antar etnis ini. Pelaku diduga membayar sejumlah uang kepada enam orang untuk memprovokasi massa. Namun pelaku akhirnya dibebaskan karena tuntutan dari warga suku Dayak yang melakukan aksi turun ke jalan.

  1. Pemerintah juga mengupayakan jalan damai bagi kedua suku

Pemerintah menjadi penengah dan berhasil membuat kedua suku membuat perjanjian damai. Untuk memperingati perjanjian damai tersebutn dibangun sebuah tugu perdamaian di Kota Sampit.

Demikan 9 fakta dari Perang Sampit. Semoga dengan memahami sejarah di masa lalu, kita semua dapat memetik pelajaran dan tidak mengulangi kesalahan di masa yang akan datang.