4 Cara Menghitung Usia Kandungan

Mengetahui usia janin dan Hari Perkiraan Lahir (HPL) terbilang sangat penting. Mengingat hal ini dapat membantu Anda untuk mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan persalinan. Saat hamil, Anda merasa senang dan takut di saat bersamaan. Meski begitu Anda tidak perlu khawatir, kandungan akan tetap sehat selama Anda menjaga kesehatan dan memenuhi nutrisi tubuh dengan baik. Bicara tentang kehamilan, apakah Anda sudah pernah mendengar tentang kalkulator kehamilan?

Apabila kali ini adalah kehamilan anak pertama, mungkin Anda belum familiar dengan kalkulator yang satu ini. Sederhananya, kalkulator ini akan membantu Anda untuk mengetahui perkembangan janin Anda, baik usia janin maupun HPL atau Hari Perkiraan Lahir. Nah, supaya Anda dapat mengetahui informasi yang lebih lengkap, simak ulasan berikut ya!

Menghitung Usia Kehamilan

Bagi Anda yang baru pertama kali mengandung, mungkin Anda masih bingung bagaimana cara menghitung usia janin atau usia kehamilan. Ternyata, ada banyak cara lho! Cara paling praktis adalah datang langsung ke bidan atau ke dokter kandungan. Selain cara itu, sebenarnya Anda juga bisa menghitungnya sendiri dengan aplikasi kalkulator kehamilan ataupun dengan cara manual. Yuk simak ulasannya berikut ini!

1.     Menghitung Usia Janin dengan Kalkulator

Cara ini adalah cara yang paling praktis dan simple dalam menghitung usia janin. Namun sebelumnya Anda perlu terlebih dahulu menginstal aplikasi kalkulator kehamilan di smartphone Anda. Ada banyak sekali aplikasi yang tersedia, Anda hanya perlu memilih salah satunya.

Cara menghitung dengan menggunakan aplikasi tersebut adalah dengan memasukkan HPHT (Hari pertama siklus menstruasi) Anda. HPHT itu termasuk tanggal hari, bula,n dan tahun. Selain itu masukkan juga siklus haid Anda. Setelah itu, aplikasi tersebut akan menghitung usia janin Anda.

2.     Menghitung dengan Metode Manual Siklus Menstruasi

Metode siklus menstruasi adalah dengan metode manual dengan menghitung dari HPHT (Hari Pertama Terakhir Haid). Caranya sangat mudah. Yaitu dengan menambahkan 7 pada HPHT, lalu kurangi 3 pada bulan HPHT, dan tambahkan 1 pada tahun HPHT. Namun, sayangnya metode ini tidak bisa diterapkan jika siklus menstruasi Anda kurang dari 28 hari.

3.     Metode USG

USG adalah singkatan dari ultrasonografi. Ultrasonografi atau USG merupakan prosedur pemindaian dengan menggunakan teknologi gelombang suara yang berfrekuensi tinggi yang dipantulkan ke arah kandungan. Melalui metode USG maka akan didapatkan hasil informasi berupa gambar dari rahim Anda. Informasi gambar tersebut diteruskan ke layar monitor. Walaupun menggunakan teknologi yang canggih, USG terbilang aman dan tidak berbahaya bagi janin di dalam perut Anda.

4.     Metode Sistem Fundus Uteri

Metode Fundus Uteri merupakan metode dengan cara mengukur jarak antara tulang pubis yang berada di dekat kemaluan hingga ke bagian atas rahim. Hasil dari metode ini memang tidak begitu akurat, namun hasilnya terbilang mendekati. Metode ini juga bisa dilakukan untuk memperkirakan ukuran tubuh bayi, posisi janin dan kecepatan perkembangannya.

Demikianlah beberapa cara menghitung usia kehamilan yang bisa Anda coba. Jika ingin lebih praktis, Anda bisa memanfaatkan kalkulator kehamilan. Apabila kehamilan Anda baru memasuki trimester 1, maka Anda bisa melakukan USG sekaligus memeriksakan kandungan Anda ke dokter kandungan atau bidan. Trimester 1 adalah masa yang sangat penting karena janin Anda masih kecil dan belum kuat. Anda pun harus ekstra hati-hati dalam menjaga kandungan Anda.